Timing Light

Pengertian dan kegunaan timing light

Timing light adalah suatu alat yang berfungsi sebagai alat penyetel saat penyalaan yang paling tepat ataupun menyetel platina.
Timing Light

Fungsi timing light

  1. Untuk memeriksa dan menyetel saat penyalaan pada waktu putaran rendah atau stationer.
  2. Untuk memeriksa dan mengetahui kerja advancer pada waktu putaran tinggi yang mana advancer berfungsi sebagai automatik platina yang tugasnya membuat platina membuka atau menutup.

Cara menggunakan timing light


1. Motor dimatikan,
2. Buka penutup rotor/ magnet,
3. Buka penutup platina,
4. Hubungkan timing light
    Timing Light
  • Kabel merah dihubungkan dengan kutub (+) accu
  • Kabel hitam besar dihubungkan dengan kabel busi,
  • Kabel hitam kecil dihubungkan dengan kutub (-) accu
5. Motor dihidupkan pada putaran rendah,
6. Sakelar tombol timing light ditekan agar timing light menyala,
7. Senterkan/ sorotkan sinar dari timing light tepat pada distator agar bisa melihat dengan jelas kedudukan antara TP di stator dengan garis F dirotor pada saat motor sedang hidup,
8. Apabila pada putaran rendah garis F tepat segaris dengan TP, berarti saat penyalaan pada putaran rendah tepat,
9. Apabila pada putaran rendah garis F tidak sebaris denga TP berarti penyalaan putaran rendah tidak tepat. cara penyetelannya adalah sebagai berikut:
Motor dihidupkan dan timing light tetap dihidupkan pada posisi semula sambil piring platina diputar kearah yang dikehendaki sampai pada penyetelan yang tepat.
10. Setelah menyetel saat pada putaran rendah dengan tepat maka mesin ditinggikan sampai kecepatan lebih dari 4000 RPM untuk mengetahui pada saat putaran tinggi.
11. Apabila pada putaran tinggi garis II di rotor tepat segaris dengan TP di stator berarti saat penyalaan pada putaran tinggi tepat.
12. Tetapi apabila pada putaran tinggi garis II di rotor tidak segaris dengan TP si stator berarti saat penyalaan pada putaran tinggi tidak tepat dalam hal ini Advancer dalam keadaan rusak/ tidak bekerja.
Timing Light

Kerusaan pada advancer antara lain:

  1. Pirnya/ springnya terlalu lemah,
  2. Pirnya/ springnya terlalu tegang,
  3. Cam/ nok-nya sudah aus,
  4. Cam/ nok-nya goyang,
  5. Cam/ nok-nya macet,
  6. Pelatuknya goyang,
  7. Pelatuknya macet.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
© Copyright 2017 TEKNISI OTOMOTIF - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger