Fungsi, bagian dan cara penyetelan katup / klep / valve serta permasalahannya

Pengertian katup, valve atau klep

Klep atau katup atau bisa disebut valve adalah suatu alat atau bagian dari mesin motor yang bersifat dinamis yang terpasang pada kepala silinder.
Fungsi, bagian dan cara penyetelan katup / klep / valve serta permasalahannya

Fungsi katup

Fungsi katup atau klep adalah untuk membuka dan menutup pintu saluran masuk gas baru dari karburator ke ruang bakar dan silinder (klep IN), sementara klep EX berfungsi untuk membuka dan menutup saluran gas buang.

Penggunaan klep atau katup

Klep hanya digunakan pada motor 4 tak saja, dimana pada setiap kepala silinder mempunyai 2 buah klep.

Klep ini terdiri dari Klep IN yang memiliki seting lebih besar / lebar, dan klep EX yang setingnya lebih kecil.

Cara menyetel gap klep motor 4 tak satu silinder

1. Kunci kontak di switchOFF,
2. Penutup klep IN dan klep EX dibuka,
3. Penutup rotor / magnet dibuka,
4. Tepatkan garis "T" di rotor, segaris dengan TP distator pada Top Kompresi,
5. Ambil Voeler yang telah ditentukan ukurannya, lalu masukkan diantara ujung baut , menyetel dengan ujung klep yang disebut Gap Klep, sambil voeler tersebut ditarik-tarik terasa agak menggigit / seret / pas, maka gap klep sudah tepat,
6. Apabila voeler yang dimasukkan ditarik-tarik ternyata longgar maka gap klep terlalu renggang. Cara penyetelan: kendurkan mur pengikat lalu baut penyetel diputar ke kanan.
7. Apabila voeler yang dimasukkan ternyata sesak, berarti gap klep terlalu rapat. Cara penyetelan selanjutnya adalah dengan mengendorkan mur pengikat lalu baut penyetel diputar kekiri sampai mendapatkan penyetelan yang dikehendaki, barulah baut penyetelan ditahan dengan kunci pas agar tidak bergerak / berubah sambil mur pengikat dikencangkan kembali seperti semula.

Cara menyetel gap klep motor 4 tak dua silinder

1. Motor dimatikan,
2. Buka semua penutup klep, baik silinder kiri maupun silinder knan,
3. Buka penutup rotor,
4. Tepatkan garis "T" rotor menjadi segaris dengan TP di stator,
5. Gerakkan pelatuk klep IN dan klep EX di silinder kiri dan kanan untuk mencari / mengetahui silinder mana yang sedang dalam langkah kompresi,
6. Apabila pelatuk klep IN dan klep EX di silinder kiri dapat digerakkan ke atas dan ke bawah / ada speling ke atas dan ke bawah maka pada saat ini silinder kiri dalam keadaan kompresi, sedangkan silinder kanan dalam keadaan langkah buang. Maka penyetelan gap klep harus dilakukan dahulu pada silinder sebelah kiri.
7. Setelah penyetelan gap klep IN dan EX pada silinder kiri sudah tepat maka rotor diputar 1 kali putaran lagi sampai garis T kembali segaris dengan TPnya, baru dilanjutkan melakukan penyetelan gap klep IN dan EX pada silinder kanan. Sebab dengan adanya rotor diputar lagi satu kaliputaran akan mengakibatkan silinder yang semula pada langkah kompresi berubah menjadi langkah buang, sedangkan silinder yang semula bpada posisi langkah buang akan menjadi langkah kompresi.

Daftar normalisasi renggang gap klep motor Honda

Honda tipe
Gap klep IN
Gap klep EX
S 50 / C 50
0,05 mm
0,05 mm
C 70 / C 70 MK
0,05 mm
0,05 mm
S 90 / 90 Z
0,05 mm
0,05 mm
Benli S110
0,05 mm
0,05 mm
CB 100 / CB 125 S
0,05 mm
0,05 mm
CG 110 / CG 125
0,08 mm
0,08 mm

Efek dari gap klep yang terlalu rapat

Beberapa akibat dari setingan gap klep yang terlalu rapat antara lain adalah:
1. Kompresi motor menjadi berkurang karena bocor,
2. Motor menjadi sukar dihidupkan / distarter,
3. Hidup motor tidak sempurna dan tidak memiliki tenaga,
4. Mptor tidak langsam / stasioner,
5. Bahan bakar menjadi boros hal ini terjadi jika klep IN terlalu rapat.

Efek dari gap klep yang terlalu renggang

Beberapa akibat dari setingan gap klep yang terlalu renggang antara lain adalah:
1. Terbukanya katup / klep akan menjadi singkat,
2. Pengisian bahan bakar ke dalam ruang bakar kurang, hal ini terjadi jika gap klep IN terlalu renggang,
3. Pembu7angan gas bekas tidak bersih, hal ini terjadi jika gap klep IN yang setingannya terlalu renggang,
4. Motor sukar dihidupkan,
5. Hidupnya motor tidak sempurna dan timbul bunyi ngelitik dari arah klep pada waktu motor hidup,
6. Motor tidak bertenaga dan cepat panas,
7. Motor tersendat-sendat terutama pada waktu motor pada putaran tinggi,
8. Motor tidak bisa langsam / stasioner

Sebelum melakukan penyetelan katup/ klep perlu mengetahui top kompresi terlebih dahulu.

Dengan artikel diatas diharapkan bisa menyelesaikan masalah yang sering terjadi pada katup / klep / valve mesin motor.

3 komentar