Langkah kerja Katup / Diagram katup

Di dalam teori selalu dipasang katup dalam keadaan terbuka dan tertutup-nya pada saat torak berada pada titik mati atas atau pada titik mati bawah, dengan cara demikian dapat mudah dijelaskan proses dari motor 4 tak di dalam kenyataan katup pada saat terbuka dan tertutup tidak dapat apabila torak berada pada titik mati atas atau titik mati bawah.

Katup masuk mulai terbuka apabila as engkol dari kruk as 50 lagi akan sampai pada TMA, atau dapat disebut torak berada kurang lebih 1 mm di bawah TMA. Pada saat ini katup buang masih terbuka dan akan mulai menutup dirinya. Tujuan dibuat demikian agar dapat membantu masuknya bahan bakar gas yang baru ke dalam silinder.

Langkah kerja Katup / Diagram katup

Jadi setelah torak sampai pada 2 atau 3 mm dari TMA maka bahan bakar gas yang sudah terbakar itu pergi bergerak secepat-cepatnya keluar dan menarik bahan bakar gas yang baru, yang akan memulai masuk ke dalam silinder.

Katup masuk mulai tertutup apabila as engkol telah menjadi 430 melampaui titik mati bawah (430 melewati TMB). Bila hal ini diperhatikan dengan sungguh-sungguh, maka terjadinya gerakan mengisi itu bukanlah 1/2 putaran (180 0 ) . Tetapi lebih dari 1/2 putaran.

Jadi gerakan mengisi itu terjadi dalam waktu 50 + 1800 + 430 = 2280 , gerakan mengisi terjadi agar bahan bakar gas yang baru dapat masuk sebanyak-banyaknya ke dalam silinder.

Selama torak pada posisi TMA dan akan bergerak kembali ke TMA maka keadaan katup masih dalam keadaan terbuka.Bahan bakar gas yang baru masih tetap berusaha masuk ke dalam silinder dengan kekuatan tenaga sendiri.

Bila kejadian ini dibiarkan akan memungkinkan bahan bakar gas akan bertolak oleh gerakan torak yang sedang bergerak ke atas dan keluar melalui katup masuk.

Agar supaya hal itu terjadi pada waktu yang tepat maka katup masuk ditutup, tertutup-nya katup masuk ini ditentukan oleh pabrik yang membuat motor-motor tersebut. Sehingga bahan bakar gas yang sedang masuk ke dalam silinder tidak dapat keluar. Jarak penutupan adalah setela as engkol dari kruk as melalui titik mati bawah 430.

Kesimpulan dari proses diatas adalah :
a. 50 sebelum TMA, bahan bakar gas ditarik oleh gas yang sudah terbakar yang sedang bergerak untuk keluar.
b. 1800 TMA - TMB bahan bakar gas di hisap oleh gerakan torak yang bergerak dari atas turun ke bawah.
c. 430 sesudah TMB bahan bakar gas masuk ke dalam silinder dengan kekuatan sendiri.

Jadi masuknya bahan bakar gas ke dalam silinder dilakukan dalam 3 cara dan bukan terjadi 1800 (1/2 putaran) tetapi dalam 2280 .

Setelah as engkol sampai pada 430 melampaui TMB maka dimulai lah gerakan kompresi pada saat ini semua katup (katup masuk dan katup buang) dalam keadaan tertutup dan torak bergerak naik ke atas.

Pergerakan torak keatas dalam keadaan katup-katup tertutup maka bahan bakar gas-pun dimampatkan setelah as engkol mencapai jarak dari TMA pada jarak 300 terjadilah pengapian sehingga seluruh bahan bakar gas yang telah dimampatkan itu terbakar semua. Pengapian ini terjadi disebabkan busi mengeluarkan apinya.

Terbakarnya bahan bakar gas di dalam silinder sebelum as engkol mencapai TMA ( torak belum sampai pada TMA) maka pembakaran itu disebut pengapian atau voor onsteking.

Langkah kerja Katup / Diagram katup


Pada umumnya Na Onsteking terjadi pada motor putaran lambat ketika as engkol mencapai jarak TMA sebelum 50 ataupun terjadi setelah as engkol melampui Tma, kita singkatkan saja terjadi pembakaran gas di dalam silinder dalam jarak 300 .

Terjadinya gerakan kerja setelah terjadi pengapian dari bahan bakar gas yang dimampatkan terbakar habis pada saat gerakan kerja semua masih dalam keadaan tertutup.

Setelah gerakan kerja selesai, bahan bakar gas yang sudah terbakar harus segera dikeluarkan oleh katup buang yang terbuka setelah as engkol sampai pada 480 sebelum mendekati TMB, hal ini bertujuan agar tekanan panas yang diadakan oleh pembakaran bahan bakar gas dapat segera berkurang dengan demikian tekanan panas yang menekan kepala torak sudah hilang apabila torak sudah di TMB hingga tidak terjadi putaran lagi dari kruk as pada saat itu bahan bakar gas yang sudah terbakar dapat keluar dengan tenaganya sendiri.

Seandainya katup buang terbuka pada saat as engkol berada pada TMB maka tekanan panas tidak dapat hilang pada saat torak berada pada TMB tetapi baru hilang setelah torak mulai bergerak ke atas, kejadian ini dapat mengakibatkan torak bertekanan dalam arah putaran yang bertentangan dengan terjadinya ini maka kruk as akan berputar tertahan-tahan.

Tertutup-nya katup buang setelah as engkol melampaui Tma yaitu 100  setelah as engkol melampaui TMA dalam gerakan buang ini terjadi lebih dari 1/2 putaran hingga terjadi waktu yang panjang.

Waktu yang panjang ini adalah sangat berguna untuk memberi waktu yang cukup agar bahan bakar gas yang telah terjadi dapat seluruhnya keluar dari silinder dalam keadaan sangat bersih.

Selanjutnya bila diperhatikan dengan teliti saat bersambung-nya akhir gerakan buang berpindah pada gerakan mengisi, maka pada saat torak berhadapan pada TMA, keadaan kedua katup dalam keadaan yang terbuka. Katup masuk mulai terbuka dan seterusnya akan mulai menerapkan dirinya.

Maksud dari terbukanya katup-katup pada saat perpindahan gerakan-gerakan dan pekerjaan mengisi agar bahan bakar gas yang sudah terbakar dapat keluar seluruhnya , sehingga pemasukan bahan bakar gas yang baru tidak dapat tercampur dengan bahan bakar yang sudah terbakar di dalam silinder. Dengan usaha ini, pembakaran bahan bakar dapat menghasilkan tenaga yang besar.

Kesimpulan dalam gerakan buang adalah sebagai berikut:
1. 480  TMB bahan bakar gas yang sudah terbakar keluar dengan kekuatan sendiri.
2. 1800  TMB, TMA bahan bakar yang sudah terbakar terdesak oleh gerakan torak yang bergerak dari bawah ke atas.
3. 100  TMA bahan bakar yang sudah terbakar keluar dengan kekuatan sendiri.

Jadi keluarnya bahan bakar gas yang sudah terbakar dilakukan dalam beberapa cara di atas dengan jarak berjumlah 48 0  + 180 0  + 10 0  = 238 0 .

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
© Copyright 2017 TEKNISI OTOMOTIF - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger