Penumbuk katup pada Noken As

Mengingat posisi dari Noken As di dalam motor yang tidak dapat menggerakkan katup-katup secara langsung, maka diperlukan satu komponen lagi yaitu penumbuk katup.

Ujung batang katup pada saat katup tertutup tidak baik disetel terlalu renggang atau terlalu rapat pada ujung penumbuk katup, artinya harus memiliki jarak tertentu antara ujung batang katup ke ujung penumbuk katup.

Jarak yang disebut diatas disebut speling katup / speling klep, besarnya jarak ini ditentukan oleh pabrik namun tetap dapat disetel.

Penyetelan jarak penumbuk katup dapat dibedakan menjadi penyetelan pada saat motor panas dan penyetelan pada saat motor dingin. Sesuai dengan kode pabrikan berupa kode C atau K.
Penumbuk katup pada Noken As

Penumbuk katup hidrolik

Bentuk penumbuk katup hidrolik sama dengan penumbuk katup biasa, namun pada penumpuk katup hidrolik dilengkapi dengan sebuah silinder kecil dan ruangan minyak pelumas, ruangan minyak pelumas dibatasi dengan sebuah peluru yang besar yang disebut katup.

Peluru ini mengatur masuknya minyak pelumas dari ruangan minyak pelumas ke dalam silinder. Ruangan minyak pelumas mempunyai hubungan dengan pompa minyak yang berada di dalam karter tekanan minyak pelumas yang dipompakan oleh pompa minyak ke dalam ruangan minyak pelumas penumbuk sebesar 20kg/so.

Di dalam silinder dari penumbuk katup terdapat torak yang disebut "pluyer", pluyer tersebut ditahan oleh sebuah gas baru agar selalu berada pada posisi tertinggi mendekati ujung batang katup.

Kekuatan tekanan pegas pluyer tidak sama dengan besarnya tekanan pegas katup, sehingga pada saat katup tertutup, pluyer tidak dapat mengangkat katup / katup tidak dapat terbuka.

Motor berputar dan noken as ikut berputar, memutarkan pompa minyak dan menggerakkan penumbuk katup ke atas dan ke bawah dan pada akhirnya katup tertutup dan terbuka sesuai dengan gerakan torak.

Karena pompa minyak berputar, maka minyak pelumas yang berada dalam karter dipompakan ke bagian-bagian yang memerlukan minyak pelumas, sebagian kecil minyak pelumas mengalir masuk ke ruangan minyak pelumas dari penumbuk ke hidrolik. Lalu masuk ke dalam ruangan silinder di bawah plunger, dengan demikian pemakaian pemompa minyak terjamin penuh.

Pada saat katup terangkat oleh putaran noken as, maka plunger tertekan ke bawah sambil mengangkat katup sehingga plunger tertekan ke bawah dan mengangkat katup.

Tertekanya pluyer ke bawah mendesak minyak pelumas di dalam silinder dan katup peluru menutup pintunya. Sehingga minyak pelumas di dalam silinder tidak dapat memasuki ruang minyak pelumas, dengan demikian minyak pelumas seolah dipadatkan atau dimampatkan di dalam silinder.

Pemampatan minyak pelumas di dalam silinder mengaklibatkan terdesaknya kembali keatas oleh minyak yang sedang dimampatkan itu sebab dari dorongan penumbuk yang sedang digerakkan oleh noken as.

Saat katup peluru tertutup dan saat terbuka , minyak pelumas dari ruang minyak pelumas dapat mengalir masuk ke dalam silinder, masuknya minyak pelumas itu dibantu oleh adanya tekanan dari pompa minyak.

Jadi selama katup peluru terbuka maka katup turun ke bawah dan katup mulai dalam gerakan menutup.

Katup peluru tertutup dan saat terbuka maka minyak pelumas dari ruang minyak pelumas dapat mengalir masuk ke dalam silinder, masuknya minyak pelumas dibantu adanya tekanan dari pompa.

Selanjutnya: Ruangan distribusi

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
© Copyright 2017 TEKNISI OTOMOTIF - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger