Teori sistem pendingin air dengan pompa

Sistem pendingin ini menggunakan bantuan pompa dengan tujuan agar sirkulasi air dapat seimbang atau sebanding dengan jumlah putaran motor.

Perbedaan sistem pendingin thermosipon dengan sistem pendingin ini adalah sistem ini tidak begitu banyak peredarannya, hanya membutuhkan tambahan pompa air. Beberapa motor menggunakan dua buah pompa air.

Sistem ini sama dengan sistem pendingin udara memakai kipas, untuk mendapatkan pendinginan yang sempurna. Maka sistem pendingin ini disebut sebagai sistem pendingin kombinasi antara 2 dan 4.

Meskipun air antara motor dan radiator tidak terhubung langsung, namun proses air yang terus mengalir karena tekanan pompa akan mampu mendinginkan mesin moptor, inilah kelebihan dari sistem ini.

Jadi intinya sirkulasi air bisa sebanding dengan jumlah putaran motor sehingga panas akan lebih cepat diturunkan.

Keburukan dari sistem pendingin air dengan pompa adalah dibutuhkannya 2 - 3% tenaga motor untuk memasok kinerja pompa air itu sendiri.
Teori sistem pendingin air dengan pompa

Sistem pendingin pada motor-motor tua dihitung dari atas water mantel adalah hanya meliputi 2/3 dari tinggi silinder. Namun pada sistem pendingin motor terbaru, water mantel dibuat hingga dari dasar silinder.

Alat pengatur panas air pendingin

Motor bensin bisa bekerja dengan full power setelah mencapai suhu kerja antara 70 - 80 derajat celcius, Suhu rendah kurang baik karena bahan bakar akan mengendap pada dinding silinder, yang akibatnya akan mengencerkan minyak pelumas pada dinding silinder itu, sehingga akan mengurangi nilai kekentalan minyak pelumas.

Dalam prakteknya, kondisi minyak pelumas pada motor yang dingin proses alirannya menjadi tidak sempurna sehingga akan tertinggal pada bidang-bidang yang pergesekannya tidak rata.

Oleh sebab itu "sebaiknya" motor harus selalu mencapai suhu kerja yang dicapai dengan cepat dan butuh pemanasan.

Pada sistem pendingin perlu dipasang alat pengatur yang dapat bekerja secara otomatis,alat ini disebut thermostat.

Thermostat terpasang di dalam pipa radiator yang diatas maupun didalam bak ata bagian radiator.

Bentuk dari katup thermostat serupa dengan cupa harmonik dan diisi dengan zat cair yang menguap bila terkena panas.

Gas yang terjadi karena pemanasan tersebut mempunyai tekanan yang dapat mengembang menjadi panjang, perubahan panjang tersebut dipakai untuk menggerakkan katup thermostat.

Dalam sistem pendinginan air dengan pompa, pompa air akan berputar didalam pompa sesuai dngan arah putaran pompa bila katup thermostat dalam keadaan tertutup, maka katup Thermostat akan dapat terbuka oleh tekanan air, hal ini akan menjadi sia-sia dengan adanya thermostat.

Untuk menanggulangi masalah diatas maka antara sisi isap dan sisi masuk dari pompa air dilengkapi dengan sebuah pipa karet kecil.

Itulah pembahasan tentang teori sistem pendingin air dengan pompa dan fungsi dari thermostat, untuk proses menanggulangi masalah yang terjadi karena thermostat yang terbuka karena tekanan air akan kita bahas selanjutnya.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
© Copyright 2017 TEKNISI OTOMOTIF - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger