5 Komponen Yang Harus Di Cek Jika Mobil Anda Boros Bahan Bakar

Mobil boros bahan bakar. Sebagai salah satu barang yang termasuk dalam kebutuhan tersier, mobil juga memerlukan perawatan supaya tetap berada dalam kondisi yang baik. Salah satu hal yang cukup mengganggu dan membuat tidak nyaman adalah ketika mobil yang Anda miliki, boros bensin atau bahan bakar.

Betapa tidak, kondisi mobil yang boros bensin tentu saja akan mengurangi jarak tempuh mobil atau singkatnya, bisa membuat anggaran yang anda tetapkan untuk pos bahan bajkar bulanan jadi membengkak.

Tentunya anda tidak mau mengalami hal tersebut bukan? Lantas langkah apa yang harus kita lakukan untuk mengatasinya? Apakah harus menjual mobil tersebut dan menggantinya dengan yang baru?

Eits.. tunggu dulu, belum tentu itu adalah kesalahan yang fatal hingga menuntut anda untuk menjualnya. karena bisa jadi salah satu dari 4 komponen ini penyebabnya. Daripada penasaran silahkan baca ulasan selengkapnya dibawah ini, mengenai 5 komponen apa saja yang dimaksud.
Mobil boros bahan bakar ? Cek komponen berikut


Mobil boros bahan bakar ? Cek komponen berikut


1. Ban

Mungkin Anda bertanya-tanya mengapa ban bisa berpengaruh terhadap konsumsi bensin. Perlu Anda ketahui bahwasannya ban memberikan sumbangan sebanyak 20% dalam hal konsumsi bensin. Mengapa begitu?

Adanya daya gesek yang merupakan daya yang diakibatkan oleh gesekan antara jalan dengan ban ketika mobil tengah berjalan inilah yang menyebabkan energi juga hilang yang juga berimbas pada pengeluaran bensin yang lebih banyak.

Kondisi fisik ban yang kempes, bocor ataupun tipis juga berpengaruh terhadap banyaknya jumlah bensin yang digunakan karena lajunya menjadi lebih berat. Maka dari itu, Anda harus rutin memeriksa tekanan ban mobil Anda supaya mobil Anda lebih efisien bensinnya.

2. Busi

Sebagai komponen yang berfungsi untuk memantik api, busi juga berpengaruh terhadap bensin. Pada masa ini sudah banyak busi yang beredar di pasaran dengan berbagai jenis, namun yang harus Anda perhatikan adalah sesuaikan busi dengan buku manual mobil Anda.

Tak hanya jenis, Anda juga sebaiknya senantiasa memperhatikan kondisi busi supaya mobil Anda tetap hemat bensin, diantaranya adalah kebersihan busi dan juga jarak antara elektroda.

Karena umur dari busi itu sendiri juga menentukan kinerja busi, sudah sewajarnya jika Anda menggantinya dengan busi yang baru jika busi yang kini tengah terpasang pada mobil Anda sudah tidak memenuhi syarat untuk digunakan.

3. Saringan Udara

Seperti namanya, saringan udara memiliki fungsi untuk menyaring udara, terutama supaya udara yang kotor tidak masuk ke dalam ruang bahan bakar. Jika saringan udara ini sudah kotor, udara yang masuk ke dalam karburator akan sedikit yakni tidak mencapai 15 kg udara.

Sedangkan untuk kondisi yang ideal, perbandingan udara di dalam karbuartor adalah 1:15 dimana artinya adalah 1 km BBM untuk 15 kg udara.

Tetapi kembali lagi, jika saringan udara ini kotor maka udara yang dibutuhkan juga akan lebih banyak sehingga proses pembakaran menjadi tidak sempurna dan mengakibatkan pemborosan bensin dan berdampak pada berkurangnya jarak tempuh mobil Anda.

Berdasarkan hal tersebut, penting kiranya supaya Anda melakukan pemeriksaan secara rutin terhadap saringan udara ini, dan jika memang saringan udara mobil Anda sudah tidak layak untuk digunakan, sebaiknya Anda juga segera menggantinya dengan yang baru.

4. Sensor Oksigen

Sensor oksigen adalah komponen yang berfungsi untuk melakukan pemantauan aliran udara pembuangan yang dikeluarkan melalui knalpot mobil sebelum dan juga sesudah melalui catalytic converter.

Sensor oksigen ini bisa mengalami kerusakan entah karena faktor usia, terkena kontaminasi kerak gas buang, kotoran minyak atau oli, atau terkena debu yang bisa menumpuk pada elemen sensor.

Kondisi tersebut dapat melemahkan kemampuan sensor dalam merespon perubahan kandungan oksigen yang terdapat di dalam gas buang dengan cepat dan juga melemahkan reaksi sensor terhadap perbandingan antara campuran udara dan bensin.

Hal ini akan mengakibatkan tegangan sinyal sensor oksigen yang menjadi tidak seperti biasanya dan menunjukkan kesan campuran antara udara dan bensin menjadi lebih sedikit daripada seharusnya. Jika hal tersebut terjadi, ECU akan menambahkan volume bensin yang tentu saja berdampak pada peningkatan konsumsi bensin.

Karenanya, ada baiknya Anda memeriksa sensor oksigen ini secara berkala supaya kinerjanya tetap optimal dan tidak boros bensin.

5. Sensor Aliran Udara

Komponen kelima yang harus diganti supaya mobil Anda menjadi segar kembali adalah sensor aliran udara. Sensor aliran udara ini berfungsi untuk mengukur jumlah udara yang masuk ke dalam mesin. Tak hanya itu, sensor aliran udara ini juga mengirimkan informasi tersebut ke komputer mesin mobil.

Kemudian sistem pengapian mobil akan diatur berikut sistem transmisi dan juga injeksi bahan bakar. Tetapi jika kondisi sensor aliran udara ini kotor, akan menyebabkan informasi yang disampaikan menjadi tidak akurat sehingga juga akan mempengaruhi jumlah bahan bakar yang menuju mesin.

Sama seperti sensor oksigen, Anda juga hendaknya memperhatikan kebersihan sensor aliran udara ini supaya jarak tempuh mobil Anda tidak pendek.

Oke, itulah 5 komponen mobil yang harus Anda ganti supaya mobil Anda bisa normal dan irit kembali. Silahkan dicoba.

Disclaimer: Gambar, artikel ataupun video yang ada di web ini terkadang berasal dari berbagai sumber media lain. Hak Cipta sepenuhnya dipegang oleh sumber tersebut. Jika ada masalah terkait hal ini, Anda dapat menghubungi kami disini.
Related Posts
© Copyright 2017 TEKNISI OTOMOTIF - All Rights Reserved - Template Created by goomsite - Proudly powered by Blogger